PART 1
Kamis malam yang ku kira tak ada kejelasan dan kepastian, seperti malam-malam biasanya, aku ibarat anak panah yang terlepas dari busurnya tak tahu ku harus menancap ke arah sudut yang mana.
Keheningan ?
Ku rasakan menjadi menu makananku malam ini dan mungkin pula makananku yang sehari-hari...
Mungkin juga sunyi ini terlalu betah bertahan bersamaku disini meski terkadang kaki ini memaksaku untuk beranjak, beranjak untuk sekedar menghibur hati dan diri ...
Dan di sepenggal kamis malam ini aku putuskan melarikan diri, bersama sepasang kawanku yang menjadi rebel keheningan.
Sebut saja mereka ganso dan rez, kami hanyutkan jiwa-jiwa kami di secangkir kopi lovecinno di kedai kelabu, kedai kelabu yang menyungguhkan pemandangan permai yang tanpa tak langsung menyayat nurani kami bertiga.
Perasaaan mati tentang cinta ini sedikit terobati oleh hingar-bingar wanita-wanita jalang yang berparaskan aurora ... Iya aurora, yang selalu tampak indah di bekunya hati ini.
Di sudut tepat arah jarum jam 11 dari tempat duduk kami nampak ada satu yang beda. Wanita dengan paras ayu, dengan rambut hitamnya yang teruarai ke samping kiri, wanita itu seakan menyita seisi pandangan kami bertiga dari mulai warna kulitnya yang lansat, lentik bulu matanya, dan tentunya merah muda bibirnya yang sangat menggoda... Sesekali senyumnya yang merekah meraba hati kami yang haus akan keindahan.
Kami tak tahu siapa namanya, yang jelas kami tahu dia indah, entah siapa lelaki di depanya yang kini menjadi lawan bincangnya itu.. Kami enggan tau siapa itu, kami tak perduli andai pun itu kekasihnya.. Yang kami tahu, kami sedang menikmati bidadari jalang yang tuhan kirim.. Meski tak dapat tersentuh oleh salah satu jari-jemari dari kami.
Waktu merangkak cepat kami telah menikmati detik demi detik suasana kedai kelabu ini, menikmatinya bersama secangkir kopi lovecinno yang sudah mendingin, bersama gundah hati kita dan tentunya bersama bidadari jalang yang kini beranjak terbang ...
Kami kembali berdiri, berdiri dari dunia yang telah membawa kami tembus ke dimensi lain dari keterbatasan kami saat ini, kami kembali pulang lanjutkan hidup yang malang.
terimakasih bidadari jalang untuk aurora yang kau beri ...
"thank for your fuckin' imagination, i'll try to get girl like you"
kedai kelabu (jogja), 16 mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar