Selamat Malam Purnama ...
aku tak pernah memandangi purnama, karena aku tau ia terlalu sempurna untuk kutatap hanya dengan dua bola mataku yang rentan meneteskan airmata duka. -PAP-
malam ini sulit kuseka, dahulu kau datang saat dimana purnama tiba, kini bulan kembali sempurna. Tak kudapati kau lagi disini, taukah kau rinduku masih tetap kekal berkelana. -PAP-
bias cahaya purnama yang pernah ada bersama kita saat itu. Tak lagi kutemui kini, hanya ada aku dan bulan bisu tanpamu. -PAP-
malam ini bulan sempurna. Biarkan rinduku pun sempurna melelehkan rasa menjadi susunan aksara. -PAP-
pada bulan yang berpurnama, masih ku lihat paras lekuk senyumu. Masih jelas serta tawa khas mu. Tahu kah kau rinduku mengawang mencarimu. -PAP-
sendiri dalam naungan purnama, ku masih setia mencari peri yang belum bernama. -PAP-
purnama telah sempurna menjadi perantara rasa yang lama kuseka untukmu. Tentang cinta kuharapkan tak menumbuhkan duka. Kuharapkan kisah indah kan tiba di rangkaian purnama bukan aku atau kau tetapi menjadi kita. -PAP-
jogjakarta, malam bulan purnama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar